Hidup adalah pilihan dan sukses berawal dari langkah-langkah kecil

Sukses adalah hak semua orang


Tuesday, December 23rd, 2008

Pernahkah suatu kali kita bertanya pada diri kita sendiri, atau terbesit dalam pikiran kita:

“Apakah saya telah sukses?”

“Atau setidaknya melakukan sesuatu agar menjadi sukses?”

“ Emang gimana sih orang sukses itu?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas dalam benak kita. Namun ada sebagian orang yang menangkapnya sebagai sebuah langkah awal penelusuran kembali langkah-langkah yang telah diambil namun ada juga orang yang melewatkan pertanyaan itu sebagai pengisi waktu saja.

“Kayak orang kurang kerjaan aja,” kata mas Har, tetangga depan rumah waktu kami bertemu. “ Kalau saya mah mending tidur aja daripada kebanyakan pikiran, pusing!” tambahnya. “Biar besoknya gak kesiangan bangun.”

“Bukan begitu mas,” jawabku. “Mas tahu kan pak Supri, penjual sayur di pojokan dekat SMP itu?” tanyaku.

“Kenapa dia? Apa hubungannya dengan sukses yang kau tanyakan tadi?” sahut mas Har penasaran.

“Tadi pagi aku mengantarkan istriku untuk belanja sayur, ternyata dia tidak berjualan. Menurut kabar yang aku dengar dari istriku, pak Supri ini sedang mengantarkan anaknya, si Rahmat ke bandara,” terangku.

“Hebat benar Rahmat, mau kemana dia?” tanya mas Har, kayaknya makin penasaran dia. “Yang aku tau sih, si Rahmat mau pergi ke Jepang untuk sekolah disana mengambil S-2. Dia mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang, kuliah di jurusan teknologi pangan. Soalnya dia kan sarjana pertanian Mas,” jawabku.

Begitulah sekelumit perbincanganku dengan mas Har tentang pak Supri dan anaknya Rahmat yang mendapatkan beasiswa kuliah di Jepang. “Hebat benar si Rahmat”, batinku. Tanpa terasa wajahku bersemu merah, dan pipiku terasa hangat. Aku malu pada diriku sendiri, ternyata selama ini aku terlena dalam posisi kemapanan yang telah aku dapatkan karena mendapatkan fasilitas dari perusahaan asing tempatku bekerja.

Tapi lihatlah Rahmat dan pak Supri, mungkin mereka tidur tidak selelap kita, karena menyiapkan dagangan sayur yang akan mereka jual keesokan paginya. Dan biasanya sebelum aku dan tetangga-tetangga yang lain bangun, mereka sudah siap dengan dagangannya, karena sebentar lagi ibu-ibu kompleks ini akan berdatangan untuk membeli dagangan mereka.

Dan yang aku tahu, pak Supri sekeluarga bahu-membahu mengerjakan tugas tersebut. Istri dan keempat anaknya selalu dilibatkan dalam usaha berjualan sayur, bukan untuk berjualan, namun menyiapkan sayuran dan dagangan lainnya yang telah dibeli istrinya di pasar induk. Sebuah contoh kerjasama dalam keluarga juga cara mendidik anak untuk terbiasa bangun pagi dan bekerja keras.

Dan pekerjaan itu masih dilakukan pak Supri sejak 20 tahun yang lalu sampai sekarang, di saat keempat anaknya sudah dewasa dan menyelesaikan sekolahnya. Namun sekarang beban pak Supri tidaklah seberat dulu, karena anak-anaknya sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Apalagi si sulung, Rahmat, telah pula mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang. Bagi mereka sekeluarga hidup adalah saat untuk bermimpi, berjuang, dan berdoa.

Kerja keras yang dilakukan secara konsisten tanpa kehilangan arah tujuan hidup dan ditambahi dengan doa yang tulus adalah kunci sukses keluarga pak Supri, seorang tukang sayur yang sederhana memandang hidup.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempunyai impian yang diwujudkan dengan kerja keras dan doa?

Tags: , , , ,

2 Responses to “Sukses adalah hak semua orang”

  1. novita Says:

    Dalam menyambut Tahun Baru saya selalu mempunyai impian atau cita-cita. Karena saya selalu yakin kalau kita tidak mempunyai impian atau cita-cita maka kita sudah mati. Karena impian dan cita-cita itulah kita mempunyai semangat dalam mengisi hari-hari kita.
    Seperti pengalaman saya pada waktu saya menyambut Tahun 2008 saya mempunyai cita-cita :
    1. Mempunyai rumah di komplex yang asri & nyaman.
    2. Saya mempunyai mobil sendiri.
    Dan cita-cita itu saya gumuli hari demi hari sehingga pada saat tanggal 31 Desember 2008 saya melihat bahwa cita-cita saya itu sudah ada dalam genggaman tangan saya.
    Jadi teman….saya pikir bahwa cita-cita adalah motivasi kita yang paling ampuh.

    Salam
    Novita

  2. go2alam Says:

    good, illustration man :)

Leave a Reply