Hidup adalah pilihan dan sukses berawal dari langkah-langkah kecil

Pelajaran Moral Dari Buku Maryamah Karpov (Tetralogi Laskar Pelangi)


Thursday, December 11th, 2008

Aku baru saja selesai membaca buku keempat dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang berjudul Maryamah Karpov. Buku ini sangat ditunggu-tunggu oleh penggemar Andrea Hirata yang penasaran dengan kisah terakhir tentang Ikal, Lintang, A Ling juga Arai, tokoh-tokoh dalam novel tersebut.

Banyak kisah dalam buku tersebut, namun aku tertarik dengan kisah Ikal dalam usahanya membuat perahu. :

Sementara aku? Mungkin aku telah menaklukan kesulitan-kesulitan terbesar dalam hidupku, melakukan hal-hal yang dianggap orang tak mungkin. Namun, perahu? Perahu adalah sesuatu yang sama sekali berbeda, sesuatu yang adiluhung, jauh di luar daya jangkau kemampuanku. Perahu dan laut, selalu mengandung kesan yang tak dapat kugapai. Perahu, tempat tambatan nyawa nun di tengah samudra, satu-satunya andalan melawan hujan dan badai. Jalinan kayu medang batu sepanjang 15 meter dengan bobot mati 35 ton, dua tiang layar masing-masing setinggi 6 meter, bentang luas layar 12 meter, rancang kemudi, lambung, geladak, palka, haluan, buritan, sistem kamar mesin, beribu-ribu pasak kayu, beruntai-untai tali-temali, bagaimana aku akan menyatukan semuanya? Aku bahkan tak tahu dari mana harus memulainya. Jangankan membuatnya mampu berlayar, membuatnya mengapung saja, tak terbayangkan olehku. Pada tahap ini, bagiku, membuat perahu bak menegakkan benang basah.

Pelan-pelan kubekapkan kedua telapak tanganku ke lambung Cahaya Intan. Aku terpesona. Kuusap ia dari buritan sampai ke haluannya sembari menatap tiang layarnya yang congkak. Tumbuh hormatku pada perahu ini. Aroma medang batu menusuk-nusuk hdidungku, menciutkan nyaliku. Perahu Bulukumba ini memiliki aura yang menaklukkan. Untuk kali pertamanya dalam hidupku, aku dilanda bimbang akan mimpiku. Aku tak kan sanggup membuat karya semegah ini, tak sanggup. (Andrea Hirata, Maryamah Karpov, halaman 247-248)

Pernahkah kawan, dalam hidup ini, kita merasakan hal yang sama dirasakan oleh Ikal dalam petikan novel diatas? Tak terbayangkan membuat sebuah perahu, jangankan membuat, berkhayal pun mungkin tidak. Namun itulah kemungkinan yang masih bisa dilakukan dari sekian pilihan yang ada. Pilihan terbaik dari semua yang terburuk.

Bak menegakkan benang basah, peribahasa lama berkata. Namun menyerahkah Ikal dengan kondisi yang ada? Ternyata tidak, singkat cerita ia berhasil membuat perahu itu dengan bantuan dari sahabat-sahabat Laskar Pelangi yang lain.

Getir. Aku menutup wajahku dengan tangan. Perahu Mapangi telah menekukku hingga aku lumpuh. Aku telah dekat sekali dengan perasaan putus asa. Tiba-tiba. Tak tahu dari mana, kudengar suara yang riang gembira.

“Ikal! Kau bisa memmbuatnya, percayalah…”

Aku terperanjat, menoleh kiri-kanan, tak ada siapa-siapa.

“Bukankah kau selalu bisa membuat apa pun, Boi…?”

Lembut, senang, membesarkan hati. Tapi tak tampak siapa pun bicara.

“Apa susahnya membuat perahu? Geometri terapan, ilmu ukur dasar-dasar saja.”

Aku berkeliling mencari-cari sumber suara yang masih bersembunyi.

“Ada sedikit fisika, biar laju perahunya, tidak susah hitungannya, gampang saja…”

Hatiku mengembang. Suara siapakah itu? Aku penasaran. Sekonyong-konyong satu sosok meloncat ke atas tumpukan balok di depanku. Ia menggigit ilalang. Rambutnya kuning keriting, wajahnya ceria seperti selalu, mata cerdasnya berkilauan, dan aku berteriak.

“Lintang!!”  ((Andrea Hirata, Maryamah Karpov, halaman 248)

Begitulah hidup yang harus dijalani Ikal demi mimpinya menemukan kembali A Ling, gadis penjual kapur tulis yang telah membenamkan mimpi-mimpi indah ke dalam kepalanya. Dan kurang lebih sama dalam kehidupan nyata, persoalan datang silih berganti menerpa, menerjang mimpi-mimpi yang telah diikrarkan dalam hati.

Akankah kita menyerah dengan segala macam persoalan itu? Hidup akan selalu penuh dengan masalah dan persoalan, juga hidup adalah pilihan. Memilih untuk menyerah adalah pilihan logis yang masuk akal bila mendapati persoalan yang tak tertanggungkan lagi cobaannya, namun pilihan untuk terus maju, pantang menyerah, gagah berani menghadapi semua rintangan adalah pilihan hati. Hati yang dipenuhi oleh semangat, impian, cita-cita, aroma kemenangan dan kesuksesan tak kan surut oleh suatu apa pun. Tidak pernah menyerah atas kegagalan-kegagalan kecil yang menghadang adalah pilihan para pemimpi sejati, pejuang nomor wahid seberat apapun cobaan itu. Seseorang tak akan pernah mengetahui kualitas sesungguhnya tanpa melalui rangkaian cobaan dan kegagalan. Tak satupun manusia di bumi ini melewati kehidupannya tanpa ujian, bila ia mau menjadi manusia yang seutuhnya.

Pun bila menghadapi suatu permasalahan yang tidak dimengerti, sebaiknyalah bertanya kepada orang-orang yang lebih tahu permasalahan itu atau yang berpengalaman. Karena dengan pengetahuan dan pengalamannya, mereka bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Jadi tidak malu bertanya kepada ahlinya juga suatu kunci keberhasilan.

Begitulah sedikit cuplikan kisah dari novel Maryamah Karpov, buku keempat tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata. Banyak pelajaran moral yang bisa kita petik dari buku ini untuk melihat diri lebih dalam lagi serta bijaksana menghadapi kenyataan hidup. Kesuksesan akan datang dengan sendirinya asalkan kita fokus dan sabar dalam memperjuangkan cita-cita dan impian kita.

Tags: , , , ,

4 Responses to “Pelajaran Moral Dari Buku Maryamah Karpov (Tetralogi Laskar Pelangi)”

  1. Nitta Says:

    Wah.. bener2 pertamax nih aku….

    Aku setuju mas tentang ini : Kesuksesan akan datang dengan sendirinya asalkan kita fokus dan sabar dalam memperjuangkan cita-cita dan impian kita.

    Apapun yang sudah kita putuskan, jalani dengan ikhlas, yang lainnya akan menempatkan pada posisi masing2…
    Salam kenal kembali….

  2. dodo Says:

    wah, saya setuju mas, kalau sukses akan datang kalau kita berusaha.

    tapi kalau kita melongok kembali kisah si ikal ini, sepertinya ada yang harus kita cermati, yaitu peran Lintang yang bertindak laskana seorang peri yang dapat menyelesaikan segala masalah.

    adakah itu merupakan representasi sang penulis sebagai faktor X ?

    menurut saya sih sah sah saja karena ini kan novel..

    salam kenla mas..

  3. KEVIN Says:


    Pillspot.org. Canadian Health&Care.Special Internet Prices.Best quality drugs.No prescription online pharmacy. No prescription drugs. Buy drugs online

    Buy:Viagra.Propecia.Zithromax.Maxaman.Cialis Soft Tabs.Viagra Professional.Soma.Cialis Super Active+.Cialis.Tramadol.Levitra.Viagra Super Force.Cialis Professional.VPXL.Viagra Super Active+.Viagra Soft Tabs.Super Active ED Pack….

  4. TONY Says:


    Pillspot.org. Canadian Health&Care.Best quality drugs.No prescription online pharmacy.Special Internet Prices. No prescription drugs. Order drugs online

    Buy:Cialis.Viagra Soft Tabs.Super Active ED Pack.Cialis Professional.Soma.Viagra Super Active+.Tramadol.Viagra Professional.Viagra Super Force.Propecia.Maxaman.Cialis Super Active+.Levitra.Cialis Soft Tabs.Viagra.VPXL.Zithromax….

Leave a Reply