Thursday, February 19th, 2009
Oleh: Ari Nugroho
Saya baru saja bergabung dengan causes Indonesia Bebas Korupsi di Facebook, sebuah social media site populer di internet. Sebuah gerakan yang bagus untuk diikuti, sebagai panggilan hati nurani memerangi korupsi di negeri ini yang sudah menahun. Karena gerakan ini mudah diikuti oleh siapa saja yang mengenal internet. Korupsi tidak hanya mengambil sesuatu yang bukan haknya, tapi juga memberikan uang suap atau uang pelicin agar urusan cepat kelar termasuk dalam kategori ini.
Kenapa saya pikir gerakan Indonesia Bebas Korupsi ini bagus untuk diikuti sebagai gerakan moral? Tentu kawan-kawan sekalian maklum korupsi di negeri ini sudah sangat amat parah sekali. Tidak hanya di birokrasi, tapi sudah menjalar ke seluruh sendi kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh misalnya, kalau kita mau membuat SIM. Akan lebih mudah dan cepat selesai bila menggunakan jasa “orang dalam” untuk mengurusnya tinggal sedikit birokrasi, tes kesehatan, dan sesudah itu foto. Paling cuma memakan waktu 2 jam, coba bandingkan dengan yang mengurus sendiri, bisa-bisa 2 sampai 3 hari baru selesai. Plus ketemu wajah-wajah masam persis rasanya jeruk nipis… hhhsssaaahhh !!!
Itu cuma sekedar contoh, masih banyak lagi kasus-kasus korupsi di negeri ini yang menyeret nama-nama terkenal seperti pengusaha atau pejabat Negara. Dari bupati, gubernur, pejabat tinggi Negara, pengusaha terkenal sekelas konglomerat pun seperti berlomba-lomba terseret KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Seolah-olah kalau mau hidup di negeri ini maka harus ikut-ikutan korupsi.
Duh, betapa bahayanya pemikiran seperti ini. Dan kapan Indonesia negeri kita tercinta ini akan maju kalau masih banyak orang yang korup? Entah apa yang mereka (para koruptor) pikirkan dalam benak saat mereka melakukan aksinya. Apa mereka tidak punya keluarga, istri dan anak-anak yang akan menanggung akibatnya juga?
Korupsi tidak hanya merugikan Negara, tapi juga menghancurkan moral generasi muda negeri ini. Kenapa demikian? Anak-anak yang dibesarkan dengan uang hasil korupsi tentu tidak memiliki kualitas yang baik, dalam hal ini pemikiran, visi, misi, dan kecerdasannya. Karena makanan yang mereka santap tidak akan berfungsi membentuk sel-sel, jaringan atau organ yang sehat secara fisiologis dan berfungsi dengan benar, malah akan membentuk sel-sel yang rusak dan menggerogoti tubuh dengan berbagai macam penyakit (apakah ada yang mau meneliti fisiologis otak koruptor vs petani, misal?) Atau biarpun badan mereka sehat secara fisik namun keinginan, perasaan atau kecenderungan untuk mencoba hal-hal yang buruk seperti narkoba atau minuman keras mudah terjadi.
Kenapa demikian?
Bukankah hubungan alam semesta ini berdasarkan hukum tarik menarik? Kutub positif akan menarik hal positif juga, demikian pula sebaliknya kutub negatif akan menarik kutub negatif. Dan tubuh kita ini terdiri dari jutaan sel yang memiliki muatan-muatan elektromagnetik, yang dipengaruhi oleh ion positif dan ion negatif.
Jadi jangan salahkan anak anda tidak pintar, malas, terlibat narkoba atau minuman keras. Lebih baik intropeksi diri, sudahkah rezeki yang didapatkan untuk keluarga anda benar, dengan uang yang halal?
Semoga artikel ini menjawab sebagian pertanyaan negeri ini. Bagaimana menurut anda ?
Tags: facebook, indonesia bebas korupsi, komisi pemberantasan korupsi

March 6th, 2009 at 1:05 pm
Very nice information. Thanks for share………
*numpang comment yeee*
July 16th, 2010 at 1:53 am
Buy:Lumigan.Human Growth Hormone.Prednisolone.Zovirax.Prevacid.Nexium.100% Pure Okinawan Coral Calcium.Valtrex.Synthroid.Actos.Zyban.Accutane.Arimidex.Retin-A.Mega Hoodia.Petcam (Metacam) Oral Suspension….